Benar bahwa di antara waktu terkabulnya doa adalah tatkala turun hujan.
Dalilnya sebagai berkut:

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Artinya:
“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : Bertemunya dua pasukan,
Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.” (HR. Baihaqi)

Juga sabda beliau:

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Artinya: “Dua do’a yang tidak akan ditolak: do’a ketika adzan dan do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Hakin dan Baihaqi)

Adapun doa yang sering dipanjatkan Rasulullah saw tatkala hujan turun adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً

“Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

Dalilnya:

إِنَّ النَّبِىَّ -صلىوسلمa – كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

”Nabi
shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau
mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada
kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari). Wallahu a’lam