<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TABLIGH ONLINE</title>
	<atom:link href="http://tabligh.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tabligh.or.id</link>
	<description>Mendakwahkan Tauhid, Mengawal Tajdid</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 15:03:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kampanye Tutup Aurat, Perlawanan Terhadap Valentine&#8217;s Day!</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/02/kampanye-tutup-aurat-perlawanan-terhadap-valentines-day/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/02/kampanye-tutup-aurat-perlawanan-terhadap-valentines-day/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 14:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3209</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Tanggal 14 Februari selama ini dikenal sebagai hari Valentine. Jutaan remaja di seluruh dunia turun merayakannya meski gelaran ini dekat dengan kemaksiatan. Namun pada tanggal yang sama di tahun ini, Teachers Working Group akan melakukan hal berbeda. Mereka menamakannya Gerakan Menutup Aurat Internasional sebagai bentuk perlawanan terhadap kampanye maksiat dari Valentine Day. “Tujuan besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/02/aurat.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3210" title="aurat" src="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/02/aurat-300x92.jpg" alt="" width="300" height="92" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tanggal 14 Februari selama ini dikenal sebagai hari Valentine. Jutaan remaja di seluruh dunia turun merayakannya meski gelaran ini dekat dengan kemaksiatan. Namun pada tanggal yang sama di tahun ini, Teachers Working Group akan melakukan hal berbeda. Mereka menamakannya Gerakan Menutup Aurat Internasional sebagai bentuk perlawanan terhadap kampanye maksiat dari Valentine Day.</p>
<p>“Tujuan besar acara ini adalah melawan kampanye Valentine Day. Valentine Day selama ini telah menjadi pintu perzinahan yang dibuka lebar-lebar oleh perayaan valentine,” kata Herry Nurdi, koordinator aksi kepada Eramuslim.com, Jum’at (3/2).</p>
<p>Gerakan ini pun akan serentak di laksanakan di berbagai kota di Indonesia. “Insya Allah serentak, sejauh ini yang confirm jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogjakarya,Padang, Payakumbuh, Makassar, Balikpapan, Pontianak,” ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, sedianya kampanye menutup aurat ini pun akan serempak dilaksanakan hingga Mancanegara dari Malaysia, Thailand, Hongkong, bahkan London.</p>
<p>“Malaysia aksi akan dilaksanakan di Penang, Kedah, Selangor, Pahang, Kelantan, dan Trengganu. Sedangkan di Thailand aksi akan berlangsung di Yala dan Pattani,” sambungnya.</p>
<p>Hingga kini dukungan terus dilakukan. Baik dengan membuat laman facebook hingga pengumpulan jilbab yang akan dibagikan kepada para muslimah.[sum</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/02/kampanye-tutup-aurat-perlawanan-terhadap-valentines-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Menteri RI Hadiri Pidato Ilmiah Technopreneurship di UAD</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/01/tiga-menteri-ri-hadiri-pidato-ilmiah-technopreneurship-di-uad/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/01/tiga-menteri-ri-hadiri-pidato-ilmiah-technopreneurship-di-uad/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 16:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3203</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki letak geografis yang sangat strategis. Hal ini sangat menguntungkan bagi Indonesia. Akan tetapi, kekayaan dan kedudukan yang strategis ini jika tidak dikelola dan dimanfaatkan secara baik maka akan menjadi sia-sia. Pengelolaan dan pemanfaatan ini membutuhkan peran serta sumber daya manusia yang berkompeten pada bidangnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/Tiga-Menteri-Hadiri-Pidato-Ilmiah-UAD.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3206" title="Tiga-Menteri-Hadiri-Pidato-Ilmiah-UAD" src="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/Tiga-Menteri-Hadiri-Pidato-Ilmiah-UAD-300x172.jpg" alt="" width="300" height="172" /></a>Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki letak geografis yang sangat strategis. Hal ini sangat menguntungkan bagi Indonesia. Akan tetapi, kekayaan dan kedudukan yang strategis ini jika tidak dikelola dan dimanfaatkan secara baik maka akan menjadi sia-sia. Pengelolaan dan pemanfaatan ini membutuhkan peran serta sumber daya manusia yang berkompeten pada bidangnya. Oleh karena itu, Minggu (22/1/2012) bertempat di Auditorium Kampus I Universitas Ahmad Dahlan (UAD), digelar pidato ilmiah di acara studium general dalam rangkaian perayaan Milad UAD ke-51 oleh Ir. M. Hatta Rajasa, Menteri Koordinasi Perekonomian Republik Indonesia. Hadir dalam kesempatan tersebut H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Azwar Abubakar, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi, Bupati Sleman, Wakil Bupati Gunung Kidul, Penasihat Pusat Muhammadiyah, Pimpinanan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Aisyiyah, Rektor UAD, sivitas akademika UAD, siswa-siswa SMK, guru-guru SMA/SMK, dan tamu undangan lainnya. Tema yang diusung dalam pidato tersebut adalah &#8216;Penguatan Technopreneurship untuk Mendukung Kemandirian Bangsa yang Berkelanjutan&#8217;. Acara berlangsung mulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 12.00.</p>
<p>&#8220;Kami sangat bangga dan seakan kejatuhan gunung emas atau keluberan segara madu karena kesediaan ketiga bapak menteri hadir dalam acara ini. Dari tahun ke tahun UAD terus menunjukkan perkembangannya. Semoga dengan acara ini UAD akan semakin lebih baik lagi dan dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa.&#8221; ungkap Kasiyarno, rektor UAD dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu pula Rektor UAD mempublikasikan rancangan kampus 4 yang begitu megah dan sekaligus menobatkan Bapak Hatta untuk hadir dalam peletakan batu pertama kelak jika waktu mulai proses pembangunan.</p>
<p>&#8220;Tidak ada bangsa yang mengulang kembali kejayaannya. Kita jangan sampai terjebak pada retorika dan emosi masa lalu. Pada era globalisasi, Indonesia akan menjadi bagian dari masyarakat dunia. Kita harus bersiap diri dan menjadi bangsa yang unggul sehingga mampu bersaing. Bangsa yang unggul adalah bangsa yang mampu membangun kemandirian karena kemandirian ini adalah elemen penting dari technopreneurship. Kita harus meningkatkan pendidikan berbasis teknologi untuk mewujudkan adanya technopreneurship tersebut. Sumber daya manusia kita harus tercerahkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi supaya terwujud keunggulan dan kemandirian di abad 21 ini.&#8221; Papar Hatta Rajasa dalam pidatonya. Dia juga menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia akan mampu membangun sehingga menjadi negara yang maju. Bangsa kita memiliki paradigma unggul dan potensi yang besar namun memang masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah yang sangat besar, yaitu konsep, masterplan, dan longer project. Ketiga hal tersebut yang akan menggiring efficiency driven economy menjadi innovation driven economy.</p>
<p>Dalam orasinya tersebut, Hatta juga mendukung sekali karya anak bangsa, dan memberikan apresiasi yang sangat dalam khususnya hasil karya anak SMK Muhammadiyah 2 Borobudur. Karya siswa SMK tersebut berupa Mobil Nasional yang berhasil dipersembahkan oleh anak-anak SMK yang oleh UAD dibuatkan event pameran sehari di Hall Kampus I UAD.</p>
<p>Satu pernyataan yang membanggakan bagi sivitas akademika UAD, bahwa Bapak Hatta Rajasa tidak hanya ikut partisipasi saat peletakan batu pertama. Kesanggupan beliau untuk mengawal dari proses awal terutama membantu mencarikan dukungan terutama sisi finansial ke berbagai pihak. &#8220;Saya tidak mau hanya partisipasi di saat peletakan batu pertama saja, saya bersedia ikut andil dari proses awal, bahkan hingga peletakan batu terakhirnya. Dan silakan Pak Rektor untuk membicarakan hal tersebut setelah ini&#8221;, demikian ungkapan yang membuahkan harapan bagi sivitas UAD yang mendapatkan sambutan tepuk tangan yang sangat meriah (www.uad.ac.id)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/01/tiga-menteri-ri-hadiri-pidato-ilmiah-technopreneurship-di-uad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perdalam Materi, Mahasiswa Pendidikan Ulama Tarjih UM Makassar Belajar Kitab Gundul</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/01/perdalam-materi-mahasiswa-pendidikan-ulama-tarjih-um-makassar-belajar-kitab-gundul/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/01/perdalam-materi-mahasiswa-pendidikan-ulama-tarjih-um-makassar-belajar-kitab-gundul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 15:25:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3198</guid>
		<description><![CDATA[Makassar- Sebanyak sebelas orang mahasiswa pendidikan Ulama Tarjih Universitas Muhammadiyah Makassar semakin mantap mempelajari kitab -kitab gundul di bawah bimbingan ulama besar Muhammadiyah masing-masing KH.Djamaluddin Amien,Drs.KH.Jayatun,MA,Drs.KH.Jalaluddin Sanusi, Drs.KH.Baharuddin Pagim, serta sejumlah Intelektual Muhammadiyah Dr.H.Kasyim,SH,M.T.Hi, Drs.H.Mawardi Pewangi,M.Pd.I, Drs.Muh.Nur Abduh,MA, Drs.H. Ahmad Said,LC, Drs.H.Lukman,LC,MA, dan Drs.HM.Husni Yunus,M.Pd, bertempat di kampus Rusunawa C,Jl. Tala &#8216;Salapang, demikian ungkap Rektor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/santri-muhammadiyah.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3200" title="santri-muhammadiyah" src="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/santri-muhammadiyah-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Makassar- </strong>Sebanyak sebelas orang mahasiswa pendidikan Ulama Tarjih Universitas Muhammadiyah Makassar semakin mantap mempelajari kitab -kitab gundul di bawah bimbingan ulama besar Muhammadiyah masing-masing KH.Djamaluddin Amien,Drs.KH.Jayatun,MA,Drs.<wbr>KH.Jalaluddin Sanusi, Drs.KH.Baharuddin Pagim, serta sejumlah Intelektual Muhammadiyah Dr.H.Kasyim,SH,M.T.Hi, Drs.H.Mawardi Pewangi,M.Pd.I, Drs.Muh.Nur Abduh,MA, Drs.H. Ahmad Said,LC, Drs.H.Lukman,LC,MA, dan Drs.HM.Husni Yunus,M.Pd, bertempat di kampus Rusunawa C,Jl. Tala &#8216;Salapang, demikian ungkap Rektor Unismuh,Dr.H.Irwan Akib,M.Pd Rabu ( 25/01/2012).</wbr></p>
<p>Dr.Irwan Akib.M.Pd, Mengatakan bahwa Pendidikan Ulama Tarjih, ini merupakan Ruh gerakan Persyarikatan Muhammadiyah, yang nantinya di harapkan mampu untuk membangun peradaban kehidupan masyarakat Islam yang sebenar-banarnya di Sulawesi selatan yang merupakan masyarat yang Islami. selain itu juga di harapkan kader Ulama Tarjih Muhammadiyah ini mampu untuk peningkatkan kualitas pembinaan nilai-nilai Keislaman di persyariktan Muhammadiyah pada khususnya dan masyarakat Islam di Sulsel.</p>
<div>Saat ini Muhammadiyah Sulsel, sangat merasakan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah yang ada di Sulsel, belum mampu melahirkan Ulama yang betul menguasai kitab- kitab gundul, dengan melalui pendidikan ulama ini yang di bina langsung oleh ulama besar Muhammadiyah, di harapkan lahir ulama yang profesional di manajmen duet ketua Majlis Tarjih Muhammadiyah Sulsel, Drs.KH.Jayatun,MA dan Drs.HM.Husni Yunus,M.Pd ( Ketua Majlis Pemberdayaan Masyarakat Sulsel)</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/01/perdalam-materi-mahasiswa-pendidikan-ulama-tarjih-um-makassar-belajar-kitab-gundul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Khutbah] Ajaran Sosial Qurban</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/01/ajaran-sosial-qurban/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/01/ajaran-sosial-qurban/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 19:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3185</guid>
		<description><![CDATA[Agus Tri Sundani &#160; Jama’ah Jum’at Rahimakumullah Apabila kita merenungkan kembali perjalanan hidup Nabi Ibrahim As. dan keluarganya, bukan sebagai cerita-cerita belaka, melainkan sebagai sumber inspirasi dalam rangka meluruskan niat dan motivasi serta memperbesar tekat untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan, kesejahteraan serta kemaslahatan bersama, kita akan menemukan hikmah luar biasa.Lebih- lebih di tengah -tengah kehidupan bangsa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Agus Tri Sundani</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Jama’ah Jum’at Rahimakumullah</em></p>
<p>Apabila kita merenungkan kembali perjalanan hidup Nabi Ibrahim As. dan keluarganya, bukan sebagai cerita-cerita belaka, melainkan sebagai sumber inspirasi dalam rangka meluruskan niat dan motivasi serta memperbesar tekat untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan, kesejahteraan serta kemaslahatan bersama, kita akan menemukan hikmah luar biasa.Lebih- lebih di tengah -tengah kehidupan bangsa Indonesia yang hingga kini masih dihantui berbagai persoalan yang terasa sangat sulit untuk menghadapi dan mengatasinya, baik dibidang politik, ekonomi, social, budaya, aqidah, moral, hukum, pertahanan dan keamanan. Yang semua itu terjadi karena adanya kesenjangan yang begitu besar antara pengakuan kita sebagai Muslim dengan realitas kehidupan yang kita jalani. Salah satunya adalah kisah mengenai pengorbanan Nabi Ibrahim yang kemudian menjadi sebagian syari’at Idul Adha.</p>
<p><em>Jama’ah Jum’at Rahimakumullah</em></p>
<p>Melalui kisah Ibrahim ini kita dibawa untuk melihat kekuatan iman ketika ia harus menjawab realitas kehidupan, menjawab kenyataan hidup yang harus dihadapi. Sebagai seorang pejuang, Nabi Ibrahim merasa sedih, resah dan gelisah, karena pada usianya yang telah senja belum dikaruniai seorang anak yang akan mewarisi dan melanjudkan cita-cita dan perjuanganya. Meskipun demikian Nabi Ibrahim tidak kenal putus asa. Bahkan Beliau selalu berdo,a :</p>
<p dir="RTL">Éb&gt;u? ó=yd ?Í&lt; z`ÏB tûüÅsÎ=»¢Á9$# ÇÊÉÉÈ</p>
<p>“ <em>Ya Tuhanku karuniakan kepadaku seorang anak yang shaleh” </em>(QS.As-Shaffat : 10 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang diminta Nabi Ibrahim bukan anak sembarang anak. Tetapi anak yang sesuai dengan cita-cita dan perjuangannya, yakni anak yang shaleh, anak yang mempunnyai kepribadian sebagai manusia berakhlaq, beriman dan bertaqwa pada Allah Swt.</p>
<p>Sejarah mengungkapkan misteri yang luar biasa. Nabi Ibrahim yang telah berusia senja akhirnya dikabulkan doanya oleh Allah Swt. melalui Siti Hajar istri keduanya, Nabi Ibrahim As. dikaruniai seorang putra yang diberi nama Ismail, sibuah hati sibiran tulang. Akan tetapi belum lagi Ismail tumbuh dewasa, keimanan Nabi Ibrahim kembali diuji Allah Swt, melalui mimpi Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih Ismail. Terlintas dalam pikirannya, Ismail yang dibayangkan sebagai penerus perjuangannya, harus berakhir diujung pedangnya sendiri. Orang tua manakah yang sanggup membayangkan tugas semacam itu?</p>
<p>Disinilah iman dan ketulusan dihadapkan dengan realitas pilihan antara hati dan akal, antara cinta pada Allah dengan cinta pada anak. Nabi Ibrahim sempat mengalami kebimbangan antara cinta dan kebenaran. Dan akhirnya Nabi Ibrahim memenamgkan kebenaran serta cinta pada Allah dari pada kecintaannya kepada anak satu-satunya yang dimiliki. Nabi Ibrahim meyakini dan menyadari bahwa semua miliknya pada hahekatnya adalah milik Allah dan pemberian Allah. Bila dikehendaki, Allah berhak meminta kembali seluruh milik-Nya baik itu di langit dan di bumi. Namun demikian, Nabi Ibrahim menempuh dengan cara – cara yang arif dan bijaksana, Ismail putra kesayangannya dipanggil untuk diperkenalkan pada hakekat hidup, cinta dan kebenaran. Dan Ismail mampu menangkap kegalauan hati ayahnya. Kepada ayahnya, Ismail memilih kata yang tepat dalam menyatakan pendapat :</p>
<p>“<em>Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan(Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” </em>(QS. As-Shaaffat : 102 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Jama’ah Jum’at Rahimakumullah</em></p>
<p>Ketika kedua insan itu dengan ikhlas menjalankan perintah Allah dan pisau pun nyaris menggores leher Ismail, tiba-tiba terdengar suara dari lembah memanggil Nabi Ibrahim :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Wahai Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu</em>  “ <em>Sungguh demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” </em> ( QS. As-Shaaffat : 105 – 107 0).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikianlah Nabi Ibrahim dan Ismail As, membuktikan keimanan dan kecintaan serta ketaatan pada Allah, sehingga Allah menggantinya dengan kenikmatan yang tiada tara yaitu seekor sembelihan domba yang besar. Dan peristiwa inilah yang melatarbelakangi di syari’atkannya ibadah qurban yang senantiasa kita laksanakan setiap tanggal 10-11-12-13 Dzuhijah.</p>
<p><em>Jama’ah Jum’at Rahimakumullah</em></p>
<p>Dari kisah yang disampaikan tadi, dapat kita ketahui bahwa Nabi Ibrahim adalah seorang yang <em>hanif </em> yang berserah diri secara total  pada Allah Swt, Sebagaimana Firman  Allah Swt dalam</p>
<p>Quran Surat Al-Imran 67 :</p>
<p>“ <em>Ibrahim itu bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani dia adalah seorang yang lurus dan muslim yang sejati dan ia tidaklah termasuk orang-orang yang musyrik.” </em>.</p>
<p>Secara lughawi<em>, hanif</em> berarti lurus, murni dan kokoh, seorang yang hanif adalah mereka yang lurus imannya, tidak tercampur dengan kemusyrikan dan kebatilan, imannya kokoh serta tertanam dalam hati sanubari dan setiap gerak langkah hidupnya. Seorang yang hanif adalah mereka yang tidak membantah, menawar apalagi mengingkari perintah Allah Swt, sekalipun perintah itu sangat berat untuk dilaksanakan.</p>
<p><em>Jama’ah Jum’at Rahimakumullah</em></p>
<p>Sebagaimana firman Allah dalam Quran Surat Yusuf ayat 111 bahwa kisah dan cerita dalam Al-Quran bukanlah dongeng belaka, akan tetapi mengandung pelajaran yang berharga serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman serta menggunakan akal pikirannya. Seperti kisah Nabi Ibrahim yang salah satunya menjadi syari’at qurban. Qurban bukanlah semata-mata rangkaian ritual yang berdimensi spiritual, akan tetapi merupakan ibadah yang menempa diri seorang muslim sehingga menjadi seorang yang beraqidah benar dan  berakhlaq mulia.</p>
<p>Kesempurnaan ibadah dapat diraih apabila formal syariahnya terpenuhi dan tumbuhnya akhlaq sebagai wujud dari ibadah tersebut. Seperti ibadah qurban. Di samping nilai-nilai spiritual, ibadah qurban juga memiliki nilai-nilai sosial,kemanusiaan yang sangat luhur. Diantaranya adalah:</p>
<p><em>         Pertama</em> : Qurban mengajarkan kita untuk bersikap dermawan, tidak tamak, rakus dan serakah. Qurban mendidik kita untuk peduli dan mengasah sikap social. Seseorang tidak pantas keyang sendirian dan bertaburan harta, sementara banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan, terlebih keadaan seperti sekarang ini, apalagi dengan banyaknya musibah dan bencana, mulai dari bencana alam, bencana ekonomi, politik, moral, budaya, hukum, aqidah dan lain-lain, sehingga kemiskinan muncul dimana-mana, baik miskin harta, miskin ilmu maupun miskin iman. Dan ingat hal itu juga dijadikan lahan subur gerakan pemurtadan untuk mencuri aqidah umat. Oleh karena itu disyari’atkanya persyaratan hewan qurban yang begitu ketat, sesungguhnya merupakan tuntunan bagaimana agar kita bisa memberikan yang terbaik dan bermanfaat bagi sesama, sebagaimana firman Allah Swt dalam Quran Surat 3 Ali- Imran ayat 92 :</p>
<p>“<em>Kamu tidak akan mampu mencapai keimanan yang sempurna, sebelum kamu menginfakan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakan sungguh Allah Maha Mengetahui.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Bahkan Rasulullah Saw juga menegaskan dalam Hadis Riwayat Bazzaar, “ <em>Tidaklah beriman kepadaku orang yang dapat tidur dengan perut kenyang sementara tetangganya kelaparan, padahal dia mengetahui.”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Jama’ah Jum’at Rahimakumullah</em></p>
<p>Yang <em>kedua</em>, pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Nabi Ibrahim As adalah tentang qurban yang kemudian dilembagakan sebagai ibadah mahdhah setiap tahun bagi umat Islam. Sebagaimana dijelaskan Quran Surat ashaffaat ayat 106-107, bahwa Allah Swt mengganti Ismail dengan seekor kibasy yang besar adalah sebagai balasan bagi kepatuhan, ketabahan dan kikhlasan Nabi Ibrahim dan puteranya dalam menjalankan perintah Allah  Swt. Hal tersebut melatih kita untuk rela mengurbankan apa saja demi untuk mendekatkan diri pada Allah Swt, karena seorang mukmin yang mencintai Allah Swt, akan berusaha mendekati Allah dengan apa saja yang di inginkan oleh Allah “kekasihnya”, sekalipun harus mengorbankan sesuatu yang dicintainya.</p>
<p>Secara formal ritual, qurban hanya menyembelih seekor hewan sekali setahun pada setiap tanggal 10 hingga 13 dzulhijah, akan tetapi secara spiritual kita dapat menangkap maksud yang lebih luas yaitu bagaimana agar kita dapat terlatih berkurban demi mendekatkan diri pada Allah Swt. Apakah itu kurban waktu, tenaga, pikiran, perasaan, harta, bahkan jiwa sekalipun untuk memperjuangkan apa-apa yang dipesankan Allah Swt lewat agama yang diturunkannya yaitu Islam. Hikmah spiritual seperti itu akan semakin jelas, kalau kita kembali merenungkan peristiwa qurban yang dijalankan Ibrahim As dan Ismail As.</p>
<p><em>Jama’ah Jum’at Rahimakumullah</em></p>
<p>Yang <em>ketiga, </em>seecara simbolis qurban mendidik kita untuk membunuh sifat-sifat kebinatangan. Dan di antara sifat kebinatangan yang harus kita kubur dalam-dalam adalah sikap mau menang sendiri, merasa benar sendiri dan berbuat sesuatu dengan bimbingan hawa nafsu.</p>
<p>Manusia adalah makhluk yang sempurna dan utama. Akan tetapi jika sikap dan tingkah lakunya dikuasai oleh nafsu, maka pendengaran, penglihatan, dan hati nuraninya tidak akan berfungsi. Jika sudah demikian maka manusia akan jatuh derajatnya, bahkan lebih rendah dari binatang, sebagaimana Allah terangkan dalam Al-Quran Surat 7Al-A’raaf ayat 179.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunkannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah),dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya mendengar (ayat-ayat Allah), mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lengah.”</em></p>
<p><em>Jama’ah Jum’at Rahimakumullah</em></p>
<p>Yang <em>keempat, </em>Qurban mengingatkan pada kita agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai harkat dan martabat kemanusiaan. Digantinya Ismail dengan seekor domba menyadarkan kita, bahwa mengorbankan manusia di atas altar adalah perbuatan yang dilarang Allah Swt. ibadah yang kita lakukan harus menjunjung tinggi dan menghormati hak-hak manusia. Bahkan hewan qurban yang akan kita sembelih pun harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Karena itulah, maka perbuatan semena-mena, keji, kejam, mungkar, dzalim dan lain sebagainya adalah perbuatan yang dibenci dan dilarang oleh Islam. Dalam pandangan Islam membunuh manusia tanpa dasar yang dibenarkan syari’at, sama kejinya dengan membunuh seluruh umat manusia, demikian yang dijelaskan Allah dalam quran surat 5 Al-Maaidah 32.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>  “Oleh Karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan Karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan Karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan dia Telah membunuh manusia seluruhnya. dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah dia Telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya Telah datang kepada mereka rasul-rasul kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, Kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Jama’ah Jum’at Rahimakumullah</em></p>
<p>Saat ini kita hidup dalam situasi social yang sangat memprihatinkan, banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan, mereka menderita karena berbagai musibah dan bencana, baik itu bencana alam, politik, ekonomi, hukum, aqidah, moral dan lain sebagainya. Dan yang paling menyedihkan adalah terkuburnya nilai-nilai kemanusiaan, sudah tidak terhingga perbuatan anarkis dan tindak kekerasan meluluh lantahkan bangunan dan tempat-tempat berharga. Terlalu banyak tragedy kemanusian dan darah tertumpah karena angkara murka. Dengan mudah sebagian masyarakat kita menghabisi nyawa sesama. Ibu membunuh anaknya, anak membunuh bapaknya, rakyat menghujat pemimpinnya, pemimpin menindas rakyatnya, penegak hukum melanggar hukum dan lain sebagainya.</p>
<p>Qurban adalah usaha kita untuk mendekatkan diri pada Allah Swt, mematuhi dengan segala daya dan upaya semua yang diperintahkan dan dengan sekuat tenaga menjauhi laranganNya. Begitu juga dengan ibadah haji, yang merupakan napak tilas perjalanan Nabi Ibrahim As beserta keluarganya. Sebagaimana ibadah-ibadah lain, ibadah haji bukanlah ibadah formal yang hanya di ukur dari pelaksanaannya semata, disamping nilai ubadiyah dan spiritualnya, ibadah haji juga merupakan sarana membentuk pribadi yang taat, tunduk, patuh dan rela diatur udang-undang Allah Swt, berakhlaq mulia dan berkepribadian luhur.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/01/ajaran-sosial-qurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Syarah Hadith] Jihad Bukan Terorisme</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/01/jihad-bukan-terorisme/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/01/jihad-bukan-terorisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 19:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah]]></category>
		<category><![CDATA[Syarah Hadith]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3180</guid>
		<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. telah ditanya mengenai amal yang paling utama. Beliau menjawab :”Amalan yang paling utama adalah iman kepada Allah.” Kemudian (ditanyakan lagi) apa lagi? “Jihad di jalan Allah”, jawab Rasulullah saw. Kemudian apa lagi? Rasul menjawab :”Haji Mabrur”. &#160; Takhrij Hadits ini tergolong hadis masyhur baik di kalangan ahli  hadis maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. telah ditanya mengenai amal yang paling utama. Beliau menjawab :”Amalan yang paling utama adalah iman kepada Allah.” Kemudian (ditanyakan lagi) apa lagi? “Jihad di jalan Allah”, jawab Rasulullah saw. Kemudian apa lagi? Rasul menjawab :”Haji Mabrur”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Takhrij</strong></p>
<p>Hadits ini tergolong hadis masyhur baik di kalangan ahli  hadis maupun di kalangan ahli fiqh, sehingga kita tidak akan kesulitan mencarinya, hampir di semua kitab <em>mu’tabar </em> kita dapat menemukannya. Di dalam shahih Bukhori terdapat pokok bahasan yaitu “kitab jihad” hadis ini terdapat di dalamnya yang sebelumnya juga terdapat dalam pokok bahasan “kitab iman” di bawah sub judul “bab bahwasanya iman itu adalah amal” hadis nomor 26, dan di bawah sub judul “Jihad adalah bagian dari iman”. Di dalam shahih Muslim, kita akan menemukan pokok bahasan yang sama, yaitu “kitab jihad dan bepergian” dengan sub judul di antaranya “bab bayanu kauni iman (bab penjelasan keadaan iman)”,  “bab keutamaan jihad dan berjaga-jaga”. Begitu juga di dalam kitab-kitab sunan,  hadis di atas terdapat di dalamnya dengan di bawah pokok bahasan yang terang yaitu “kitab jihad”. Selain di kitab-kitab hadits, kita juga tidak akan kesulitan menemukan bahasan mengenai jihad di dalam kitab-kitab fiqih semisal kitab Fiqh Sunnah, susunan Sayyid Sabiq, di situ secara rinci dipaparkan hukum jihad, keutamaan jihad, dll.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Syarah <em>Mufrodat</em></strong><strong></strong></p>
<p>Jihad menurut akar katanya berasal dari kata “al jahdu”(???????) yang mengandung arti kesulitan, kesengsaraan. Apabila diambil dari kata “al juhdu” (??????), jihad berarti melaksanakan sesuatu dengan susah payah, karena masing-masing pihak mencurahkan segenap kemampuannya dalam menolak yang lainnya (Al-Qasthalany: 1/1, Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Al-Thoyyar dalam <em>Fiqhul Jihad</em>, hal 1).</p>
<p>Di dalam kitab <em>Al</em><em>-</em><em>Jihad fi Sabilillah</em> susunan Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthany hal 2 disebutkan:</p>
<p>Menurut bahasa: <em>“Jihad adalah m</em><em>engerahkan dan menghabiskan segala daya upaya baik perkataan maupun perbuatan.</em><em>”</em> Sedangkan menurut <em>syara’</em>: <em>“J</em><em>ihad adalah mengerahkan segala kemampuan untuk memerangi orang-orang kafir, pembangkang, orang-orang murtad dan semisalnya.</em><em>”</em>  (lihat <em>Al</em><em>-</em><em>Th</em><em>a</em><em>yyar</em>, hal 1).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar <em>rahimahullah</em> mendefinisikan jihad secara istilah (terminolagi), sebagai: “Mencurahkan segala kemampuan dalam memerangi orang-orang kafir.”</p>
<p>Ar-Raghib Al-Ashbahany menerangkan hakikat jihad, “(Jihad) adalah bersungguh-sungguh dan mengerahkan seluruh kemampuan dalam melawan musuh dengan tangan, lisan, atau apa saja yang ia mampu.”</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Jihad kadang dengan hati seperti berniat dengan sungguh-sungguh untuk melakukannya, atau dengan berdakwah kepada Islam dan syari’atnya, atau dengan menegakkan <em>hujjah</em> (argumen) terhadap penganut kebatilan, atau dengan ideologi dan strategi yang berguna bagi kaum muslimin, atau berperang dengan diri sendiri. Maka jihad wajib sesuai dengan apa yang memungkinkannya.”</p>
<p><em>Al-Hafizh</em> Ibnu Hajar menjelaskan, “Awal disyariatkannya jihad adalah setelah hijrahnya Nabi Saw. ke Madinah menurut kesepakatan para ulama.” (Lihat <em>Fathul Bari</em>: 6/4-5 dan <em>Nailul Authar</em>: 7/246-247)</p>
<p>Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dari segi bahasa (etimologi), secara sederhana jihad berarti bersungguh-sungguh, mencurahkan tenaga untuk mencapai satu tujuan. Dari segi istilah, jihad berarti bersungguh-sungguh memperjuangkan hukum Allah, mendakwahkannya serta menegakkannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Syarah </strong><strong><em>Ijmali</em></strong><strong></strong></p>
<p>Tidak ada silang pendapat di kalangan para ulama tentang disyari’atkannya jihad <em>fi sabilillah</em>. Al-Qur`an dan As-Sunnah penuh dengan nash-nash yang menunjukkan syari’at jihad, kewajiban dan keutamaannya, bahkan di dalam kitab <em>Bul</em><em>ûghul</em><em>-Mar</em><em>âm</em>, hadis yang pertama kali dimunculkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam bab jihad adalah sabda Rasul saw.  <em>“Barangsiapa mati, sedang ia tidak pernah berjihad dan tidak mempunyai keinginan untuk jihad, ia mati dalam satu cabang kemunafikan.</em><em>”</em> Muttafaq Alaihi.</p>
<p>Jihad dalam arti perang hukumnya wajib kifayah sebagaimana firman Allah Swt., <em>“T</em><em>idak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. </em>(QS. Al-Taubah: 122).</p>
<p>Menurut Al-Qahthany jihad menjadi wajib <em>‘ain</em> apabila kaum muslimin dihadapkan pada tiga keadaan :</p>
<ol>
<li>Apabila seorang muslim mukallaf bertemu dan berhadapan langsung dengan musuh. (lihat QS. Al-Anfal: 15, 16, dan 45).</li>
<li>Apabila musuh menyerang ke negeri kaum muslimin dan penghuninya tidak mampu untuk menghalaunya, maka wajib bagi kaum muslimin untuk membantu negeri tersebut terutama negara yang paling dekat dengan negeri tersebut. (Al-Taubah: 123).</li>
<li>Apabila pemimpin kaum muslimin mewajibkan segenap kaum muslimin untuk berperang. (Al-Taubah: 38, 41).</li>
</ol>
<p>Termasuk jenis jihad adalah jihad dengan hati, lisan, harta, maupun perbuatan. Semua muslim wajib berjihad di jalan Allah dengan salah satu bentuk dari macam jihad tersebut menurut kebutuhan dan kemampuannya. Rasul bersabda :</p>
<p dir="RTL"><strong><br />
</strong><strong></strong></p>
<p><em>Perangilah orang-orang </em><em>musyrik dengan lisan-lisanmu, diri-dirimu, harta-hartamu, dan dengan kekuatan-kekuatan</em><em>mu.</em> (Imam Ahmad dalam <em>Musnad</em>-nya, no. 12577).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berjihad di jalan Allah merupakan amal yang paling utama setelah beriman kepada Allah, bahkan aplikasi dari sejatinya iman adalah berjihad. Nash-nash mengenai hal ini sangat banyak, di antaranya :</p>
<p>&#8230;dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya telah datang seseorang kepada Rasulullah saw. Seraya bertanya: “Wahai Rasulullah saw. Tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang sebanding dengan jihad? “Tidak, aku tidak mendapatinya”, jawab Rasul. Apakah kamu mampu sebagaimana mujahid masuk masjidmu kemudian ia shalat dan tidak tidur, shaum dan tidak makan, siapa yang mampu seperti itu? &#8230; (<em>Al-Bukhori</em> 4/18, no. 2784).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sayyid Sabiq dalam kitabnya <em>Fiqhus-Sunnah</em> (2/630) mengutip satu hadis dan disimpan di bawah sub pokok bahasan “Jihad: Amal yang Tidak Tertandingi oleh Amal Apapun.” Dalam hadis itu disebutkan bahwasanya Rasulullah Saw. ditanya tentang amalan yang sebanding dengan jihad <em>fi sabilillah</em>. Jawab Rasul Saw., “Kalian tidak akan mampu mengimbanginya”, Rasul menyatakan demikian berulang-ulang.</p>
<p>Pintu surga itu ada delapan, salah satunya adalah pintu khusus untuk ahli jihad. Rasul bersabda :”&#8230; barangsiapa dari ahli jihad, maka ia akan diseru dari pintu jihad, &#8230; (Bukhori: 3/32, nomor 1897). Dalam hadis lain Rasulullah saw. Mengatakan, “Kalian wajib berjihad di jalan Allah karena ada salah satu pintu di antara pintu-pintu  surga (yang disediakan untuk mujahid), yang Allah menghilangkan dengannya segala kepayahan dan ketakutan. (<em>Al-Jihad</em> karya Ibnu ‘Ashim: 1/134, no. 7).</p>
<p>Sesungguhnya Abu Sa’id al Khudriyi r.a. telah menceritakan bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Rasul saw. “Amal mana yang lebih utama? “Amal yang lebih utama adalah seorang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan diri dan hartanya&#8230; “ Jawab Rasul. (Al-Bukhori, no. 2786).</p>
<p>Jaminan bagi yang jihad adalah surga, sebagaimana diterangkan dalam hadis berikut:</p>
<p dir="RTL">
<p><em>“</em>Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda, <em>“</em><em>Allah menjamin bagi siapa yang berjihad di jalan-Nya yang ia tidak keluar dari rumahnya kecuali jihad fi sabilillah dan membenarkan kalimat-kalimatnya untuk memasukkannya ke surga atau memulangkan ke keluarganya dengan membawa ganjaran dan ghanimah (rampasan perang).</em><em>”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan keterangan-keterangan di atas bahwa jihad yang paling utama adalah berperang melawan musuh Islam. Jihad seperti ini tidak bandingannya dalam Islam dan jaminannya adalah surga. Akan tetapi kapan, di mana, bagaimana jihad dalam arti perang itu terlaksana?  Sebelum mencapai derajat tertinggi di dalam jihad di bawah ini disampaikan tingkatan-tingkatan jihad.</p>
<p>Al Qahthany mencatat bahwa tingkatan jihad itu terbagi ke dalam empat tingkatan, yaitu: <em>pertama:  jihadun nafs</em><em> </em>(memerangi hawa nafsu), <em>kedua: jihadus sya</em><em>ithan</em><em> </em>(memerangi setan), <em>ketiga: </em>jihad melawan orang-orang kafir dan kaum munafik, dan <em>keempat: </em>jihad melawan kedzaliman, bid’ah dan munkarat. (Lihat pula At-Thayyar, <em>Fiqhul Jihad</em><em>,</em> 1/4).</p>
<p><em>Jihadun nafs</em>, jihad melawan diri sendiri ada empat tingkatan, yaitu: 1) jihad untuk mempelajari urusan-urusan agama dan petunjuk, 2) jihad untuk mengamalkan ilmu-imu agama yang telah dimilikinya, 3) jihad di dalam mendakwahkan Islam, dan 4) jihad dengan kesabaran dalam menghadapi kesulitan dakwah.</p>
<p>Setan adalah sejelek-jelek musuh, Allah swt. berfiman: <em>“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”. </em>(QS. Fathir: 6).</p>
<p>Jihad melawan syaetan ada dua tingkatan yaitu: 1) jihad dalam menolak apa yang ia bisikkan berupa keraguan-keraguan yang mempengaruhi iman, 2) jihad dalam menolak apa yang dibisikkannya berupa syahwat-syahwat dan keinginan-keinginan yang merusak.</p>
<p>Jihad melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik ada empat tingkatan, yaitu: dengan hati, lisan, harta, dan perbuatan. Jihad melawan kekafiran lebih utama dengan perbuatan atau kekuatan; sementara jihad melawan orang-orang munafik lebih utama dengan lisan atau perdebatan.</p>
<p>Jihad melawan kedzaliman, perbid’ahan dan kemunkaran ada tiga tahapan: 1) dengan tangan dan kekuatan, 2) dengan lisan, dan 3) dengan hati.</p>
<p>Tahapan-tahapan di atas merupakan tahapan yang harus dilalui oleh seorang mukmin, karena bagaimana ia mencapai jihad tingkatan tertinggi sebelum ia dapat melawan hawa nafsunya. Hal itu diungkapkan oleh Ibnu Manashif dalam kitabnya “Al Injad fi Abwabil Jihad” bahwa menurut syara’ jihad itu terbagi kepada tiga macam, yaitu jihad dengan hati, jihad dengan lisan, dan jihad dengan tangan/ kekuatan. Sebagai pijakan atas pendapat di atas adalah hadis sebagai berikut :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari Ibnu Mas’ud sesungguhnya Rasulullah saw. pernah mengatakan: “Setiap nabi pasti ada pembela dan penolongnya, mereka melaksanakan sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian setelah itu muncul generasi menyimpang, mereka mengatakan apa yang tidak akan mereka kerjakan, dan mengerjakan apa yang tidak diperintahkan. Barangsiapa yang <em>berjihad</em>, melawan mereka dengan tangannya maka ia itu seorang mukmin; barangsiapa yang <em>berjihad</em>, melawan mereka dengan lisannya maka ia itu seorang mukmin; dan barangsiapa yang <em>berjihad</em>, melawan mereka dengan hatinya maka ia itu seorang mukmin. Dan apabila tidak mengerjakan ketiga-tiganya itu maka tidak ada keimanan padanya walaupun sebesar atom. (Shahih Muslim: 1/51, no. 188).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jihad bukan Teror, Teror bukan Jihad</strong></p>
<p>Pertentangan antara hak dan bathil, sebagaimana diungkapkan oleh Yusuf Al Qardhawy merupakan “sunnah tada’fu” sampai kiamat pasti akan terjadi. Mana yang nampak (idhar) kepermukaan itu tergantung para pembelanya. Dinul Islam merupakan dinul hak, yang menuntut penganutnya untuk menegakkan dan mempertahankan hak dan keadilan tetap tegak di muka bumi ini.</p>
<p>Untuk menwujudkan cita-cita luhur semacam ini, jihad tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang muslim. Apapun tingkatan jihad, maka seorang mukmin yang bertanggung jawab terhadap diri dan agamanya tidak boleh absen dalam kancah perjuangan. Seorang mukmin yang absen bahkan tidak mempunyai rasa tanggung jawab dalam dirinya ia di cap sebagai orang munafik, pengecut. Maka Islam tidak butuh manusia seperti itu. Oleh karena itu, seorang Muslim yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasulnya, hatinya tidak akan tentram apabila melihat kezaliman menempati tahta kekuasaan. Pada titik puncaknya jihad juga menuntut seorang Mukmin mengerahkan segala kemampuannya untuk menegakan kebenaran dan keadilan.</p>
<p>Jihad, yang dapat dipahami sebagai konsep perjuangan, merupakan jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai cita-cita (kemuliaan). Sebagai konsep dan jalan perjuangan, jihad tidaklah cukup dilakukan dengan hati dan lisan saja, tetapi menuntut diaktualisasikan melalui kerja keras dan kerja cerdas, tanpa kenal lelah, dengan mengoptimalkan penggunaan segenap potensi dan kekuatan yang dimiliki, tak hanya kekuatan spiritual, tapi juga kekuatan fisik, moral, dan intelektual. Tetapi, bentuk jihad mana yang harus kedepankan? Itu tergantung situasi dan kondisi yang mengitarinya. Tetapi ingat! jihad harus tetap dikumandangkan. Seorang mukmin mujahid, tidak akan gentar dengan stigmatisasi negatif dan pengaburan terhadap makna jihad. Dan membela hak haruslah dengan hak, sehingga <em>jihad is jihad</em>, dan <em>terror is terror</em>. jihad bukanlah teror, dan teror bukanlah jihad. <em>Wallahu a’lam.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/01/jihad-bukan-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yunahar Ilyas: Muhammadiyah Beda Dengan Wahabi</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/01/yunahar-ilyas-muhammadiyah-beda-dengan-wahabi/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/01/yunahar-ilyas-muhammadiyah-beda-dengan-wahabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 18:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3176</guid>
		<description><![CDATA[Magelang &#8211; Pada sesi kedua Pelatihan Kader Tarjih Tingkat Nasional  (Sabtu 21/01/2012), Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc. M.A.  pada materi Paham Agama dalam Muhammadiyah mengatakan bahwa tidak diragukan lagi, KHA Dahlan banyak dipengaruhi ide-ide Muhammad bin Abdul Wahab, khususnya dalam bidang akidah. Hal ini tentu saja memberi pengaruh pada gerakan Muhammadiyah yang didirikannya. Namun begitu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/yunahar-ilyas.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3177" title="yunahar ilyas" src="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/yunahar-ilyas-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Magelang &#8211; </strong>Pada sesi kedua Pelatihan Kader Tarjih Tingkat Nasional  (Sabtu 21/01/2012), Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc. M.A.  pada materi Paham Agama dalam Muhammadiyah mengatakan bahwa tidak diragukan lagi, KHA Dahlan banyak dipengaruhi ide-ide Muhammad bin Abdul Wahab, khususnya dalam bidang akidah. Hal ini tentu saja memberi pengaruh pada gerakan Muhammadiyah yang didirikannya. Namun begitu, tidak berarti Muhammadiyah berafiliasi mazhab kepada Abdul Wahab (baca: Wahabi/Salafi). Banyak hal lain yang memberikan inspirasi KHA Dahlan untuk mendirikan Muhammadiyah, sedang pemikiran Abdul Wahab hanya salah satunya.</p>
<p>Bahkan Yunahar menegaskan, Muhammadiyah berbeda dengan Wahabi. Dalam hal dakwah khususnya, Wahabi bergandeng tangan dengan penguasa untuk menghancurkan tempat-tempat yang digunakan untuk melakukan perbuatan syirik secara frontal. Sementara Muhammadiyah dalam beramar makruf nahi munkar lebih mengedepankan prinsip tausiyah, menyampaikan nasehat kebenaran.</p>
<p>Pelatihan Kader Tarjih tingkat Nasional yang diadakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghadirkan beberapa narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, yang berasal dari lingkungan Muhammadiyah sendiri. Pada kesempatan pertama, Jum&#8217;at, 20 Januari 2012 malam, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dan KRT. Drs. H. A. Muhsin Kamaludiningrat membawakan materi Konsep Kelembagaan dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah. Syamsul menyampaikan, tajdid sebagai identitas Muhammadiyah mempunyai dua makna, purifikasi dan dinamisasi. Purifikasi atau pemurnian untuk bidang akidah dan dinamisasi untuk bidang muamalah duniawiyah. [sumber: Muhammadiyah.or.id]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/01/yunahar-ilyas-muhammadiyah-beda-dengan-wahabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Din Syamsuddin: Kaderisasi Ulama Tarjih Harus Sampai Tingkat Akar Rumput</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/01/din-syamsuddin-kaderisasi-ulama-tarjih-harus-sampai-tingkat-akar-rumput/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/01/din-syamsuddin-kaderisasi-ulama-tarjih-harus-sampai-tingkat-akar-rumput/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 18:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3171</guid>
		<description><![CDATA[Magelang- Din Syamsudin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memberikan apresiasi positif dan mendukung sepenuhnya proses kaderisasi ulama di lingkungan Muhammadiyah. Pelatihan kader ulama Tarjih harus dapat dilaksanakan sampai tingkat bawah, baik di Wilayah-wilayah maupun Daerah-daerah. Bahkan Din berjanji akan menghadiri Wilayah atau Daerah yang dalam waktu dekat dapat menyelenggarakan Pelatihan Kader Tarjih di tingkat masing-masing. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/din-samsudin.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3145" title="din samsudin" src="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/din-samsudin.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Magelang- </strong>Din Syamsudin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memberikan apresiasi positif dan mendukung sepenuhnya proses kaderisasi ulama di lingkungan Muhammadiyah. Pelatihan kader ulama Tarjih harus dapat dilaksanakan sampai tingkat bawah, baik di Wilayah-wilayah maupun Daerah-daerah. Bahkan Din berjanji akan menghadiri Wilayah atau Daerah yang dalam waktu dekat dapat menyelenggarakan Pelatihan Kader Tarjih di tingkat masing-masing. Dalam satu tahun ini Din berharap Wilayah dan Daerah telah menyelenggarakannya.</p>
<p>Demikian disampaikan Prof. Dr. Din Syamsudin, dalam Ceramah Iftitah Pelatihan Kader Tarjih tingkat Nasional, di UM Magelang Jawa Tengah, Jum’at, (20/01/2012). Din menambahkan, Muhammadiyah harus terus menerus memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi umat, khususnya dalam persoalan keagamaan. Terlebih di tengah kehidupan modern sekarang ini. Gerakan Muhammadiyah bukan hanya harus menjadi gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar saja, tetapi juga menjadi gerakan tajdid dan gerakan ilmu.</p>
<p>Sementara itu, Prof. Dr. Ahmadi, Rektor UM Magelang dalam sambutan sebagai tuan rumah mengatakan, UM Magelang sangat bangga dapat menjadi tuan rumah bagi sebuah kegiatan yang sangat penting bagi Muhammadiyah. Menurut Ahmadi, ruh Muhammadiyah ada di Majelis Tarjih, sehingga Pelatihan Kader Tarjih yang dilaksanakan di Kampus yang ia pimpin tersebut akan didukung sepenuhnya oleh pihak UM Magelang. Di samping itu, Ahmadi berharap UM Magelang juga dapat mengambil manfaat dan barakah yang sebesar-besarnya dari kegiatan ini.</p>
<p>Adapun Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaikan, kaderisasi ulama Tarjih harus dapat dilaksanakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Wilayah dan Daerah di tingkat masing-masing. Namun kalau bisa tidak hanya pelatihan singkat yang bersifat penyegaran, tetapi dalam bentuk pelatihan atau kursus berkala bahkan membuka sekolah Kader Tarjih. Hal ini, selain penting sebagai sarana sosialisasi produk-produk Tarjih Muhammadiyah juga sekaligus menjamin ketersediaan ulama Tarjih yang kompeten.</p>
<p>Pelatihan Kader Tarjih tingkat Nasional diadakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Magelang. Kegiatan berlangsung Jum’at-Senin, 20-23 Januari 2012, dengan mengusung tema: “Membangun Kompetensi Kader Ulama Tarjih dalam rangka Menguatkan Identitas Muhammadiyah sebagai Gerakan Tajdid”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/01/din-syamsuddin-kaderisasi-ulama-tarjih-harus-sampai-tingkat-akar-rumput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Kristologi] Ismail ataukah Ishak?</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/01/ismail-ataukah-ishak/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/01/ismail-ataukah-ishak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 03:17:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristologi]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3161</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; ISMAIL ATAUKAH ISHAK?&#8221; (Mengungkap Siapakah Yang Akan Disembelih Oleh  Nabi Ibrahim as) Oleh. Rio Efendi Turipno &#160; &#160; Kontroversi seputar siapakah anak yang akan dikurbankan oleh Nabi Ibrahim, turut juga menjadi jurang pemisah antara Islam maupun Kristen. Seluruh kitab suci yang berada dalam rumpun tradisi abrahamik mengisahkan peristiwa penyembelihan Ibrahim terhadap puteranya. Hanya kedua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 align="center">&#8221; ISMAIL ATAUKAH ISHAK?&#8221;</h3>
<h3 align="center">(Mengungkap Siapakah Yang Akan Disembelih Oleh  Nabi Ibrahim as)</h3>
<h3 align="center"></h3>
<p align="center">Oleh. Rio Efendi Turipno</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kontroversi seputar siapakah anak yang akan dikurbankan oleh Nabi Ibrahim, turut juga menjadi jurang pemisah antara Islam maupun Kristen. Seluruh kitab suci yang berada dalam rumpun tradisi abrahamik mengisahkan peristiwa penyembelihan Ibrahim terhadap puteranya. Hanya kedua agama tersebut berbeda pandangan tentang siapa yang hendak disembelih di antara putera-putera Ibrahim. Islam menyebut Ismail, anak Ibrahim dari hasil perkawinannya dengan Hajar (Alkitab menyebutnya Hagar), isteri kedua.  Sementara kristen menyakini Ishak, anak Ibrahim dari hasil perkawinannya dengan Sarah (Alkitab menyebutnya Sarai atau Sara), isteri pertama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adapun yang menjadi dasar (dalil) dari keyakinan kedua agama tersebut dapat kita simak sebagai berikut:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>1.</strong>      <strong>Penyembelihan Ismail Menurut Al-Qur’an</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="RTL"><strong>??????? ?????? ??????? ????? ?????? ??????????? </strong><strong>(99)</strong><strong> ????? ???? ??? ???? ????????????? </strong><strong>(100)</strong><strong> ?????????????? ????????? ??????? </strong><strong>(101) </strong><strong>???????? ?????? ?????? ????????? ????? ??? ??????? ?????? ????? ??? ?????????? ?????? ?????????? ????????? ?????? ????? ????? ??? ?????? ??????? ??? ???????? ??????????? ???? ????? ??????? ???? ????????????? </strong><strong>(102)</strong><strong> ???????? ????????? ????????? ??????????? </strong><strong>(103)</strong><strong> ?????????????? ???? ??? ???????????? </strong><strong>(104)</strong><strong>  ???? ????????? ?????????? ?????? ???????? ??????? ?????????????? </strong><strong>(105)</strong><strong> ????? ????? ?????? ?????????? ?????????? </strong><strong>(106)</strong><strong> ????????????? ???????? ??????? </strong><strong>(107)</strong><strong> ??????????? ???????? ??? ???????????? </strong><strong>(108)</strong><strong> ??????? ????? ???????????? </strong><strong>(109)</strong><strong> ???????? ??????? ?????????????? </strong><strong>(110)</strong><strong> ??????? ???? ?????????? ?????????????? </strong><strong>(111)</strong><strong> ?????????????? ??????????? ???????? ???? ????????????? </strong><strong>(112)</strong><strong> ???????????? ???????? ??????? ????????? ?????? ??????????????? ???????? ????????? ?????????? ??????? </strong><strong>(113</strong><strong>)</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> “[99]. Dan <strong>Ibrahim </strong>berkata:&#8221;Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. [100]. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh. [101]. Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar. [102]. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: &#8220;<strong>Hai anakku</strong> (maksudnya Ismail) Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!&#8221; ia menjawab: &#8220;Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar&#8221;. [103]. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). [104]. Dan Kami panggillah dia: &#8220;Hai Ibrahim, [105]. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. [106]. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. [107]. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. [108]. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian, [109]. (yaitu)&#8221;Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim&#8221;. [110]. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. [111]. Sesungguhnya ia Termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. [112]. Dan Kami beri Dia kabar gembira dengan (kelahiran) <strong>Ishaq </strong>seorang Nabi yang Termasuk orang-orang yang saleh. [113]. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata. (Qs. Ash-Shaafat : 99-113)</em></p>
<h6>Penjelasannya</h6>
<h6>Ayat ini menceritakan bahwa sampai dengan umur yang cukup tua, ternyata Nabi Ibrahim <em>alaihis salam </em> belum di karuniai seorang anak, sehingga Nabi Ibrahim pun tak henti &#8211; hentinya berdoa memohon kepada Allah SWT agar diberikan seorang putra. Dalam do’anya Nabi Ibrahim pun memohon:</h6>
<h6 align="right"> ????? ???? ??? ???? ?????????????</h6>
<p><em>Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh.</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Lalu Allah SWT berfirman:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right"><strong>?????????????? ????????? ???????</strong><strong></strong></p>
<p><em>Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar.</em></p>
<p>Lalu lahirlah Ismail (anak pertama Ibahim). Ismail lahir dari Ibunda hajar, yang pada saat Ibrahim berumur 86 tahun. Setelah anak itu mencapai dewasa, maka berkatalah Ibrahim kepada anaknya:</p>
<p align="right"><strong>??? ??????? ?????? ????? ??? ?????????? ?????? ?????????? ????????? ?????? ?????</strong></p>
<p><em>&#8220;<strong>Hai anakku:</strong> Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!&#8221;</em></p>
<p>Lalu anak itu (Ismail) menjawab:</p>
<p align="right"><strong>??? ?????? ??????? ??? ???????? ??????????? ???? ????? ??????? ???? ?????????????</strong><em></em></p>
<p><em>&#8220;Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar&#8221;.</em></p>
<p>Dalam ayat ini memang tidak menyebutkan nama Ismail, namun para ulama Muslim serta vAhlul-kitab (Yahudi dan Nasrani) sepakat, bahwa Ismail adalah anak pertama Ibrahim sementara Ishak anak kedua. Bahkan dalam Taurat dinyatakan bahwa Ismail dilahirkan ketika Ibrahim berusia 86 tahun, sedangkan Ishak lahir dikala Ibrahim berumur 100 tahun. Sehingga tidaklah mungkin perintah Allah kepada Ibrahim dalam mimpinya ditujukan kepada Ishak, sementara Ishak lahirnya belakangan, yakni nanti pada ayat 112, sedangkan peristiwa penyembelihan tersebut pada ayat 102-106.</p>
<p>Oleh karena itu, ayat ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa yang anak yang diberitakan pertama kali lalu disembelih adalah Ismail. Sedangkan berita mengenai Ishaq adalah <em>nash</em> yang berdiri sendiri setelah itu. Sehingga jarak usia antara Ismail dan Ishak adalah selisih 14 tahun.</p>
<p><strong>2.</strong><strong>      Penyembelihan Ishak Menurut Alkitab (Bible), </strong></p>
<p><em>&#8220;Ambillah <span style="text-decoration: underline;">anakmu yang tunggal</span> itu, yang engkau kasihi, <strong>yakni Ishak</strong>, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.(Kejadian 22:2) </em></p>
<p><strong>Penjelasannya:</strong></p>
<p>Menurut keyakinan ahlul kitab (Yahudi dan Kristen), Ishak lahir dari istri perempuan merdeka, yaitu Sara. sedangkan Ismail dilahirkan oleh Hagar (dam Islam disebut Hajar), yang merupakan budak dari Sara (istri pertama Ibrahim). Sehingga sekalipun Ismail anak pertama Nabi Ibrahim namun yang diakui oleh Allah sebagai keturunan Ibrahim hanyalah Ishak.</p>
<p dir="RTL">?????????? ????????? ?????????????? ?????????? ????????????? ????????????? ??????????????? ????? ??????? ???????? ???????? ??????? ??????? ?????????? ????? ?????????? ????????? ????? ???????</p>
<p><em>Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: &#8220;Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. (Kejadian 21:12)   </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Mungkin disini akan timbul sebuah pertanyaan, mengapa umat ahlul kitab begitu membenci Ismail sampai-sampai ia tidak diakui sebagai keturunan dari Ibrahim? Sebenarnya hal ini erat kaitannya dengan siapa yang berhak mewarisi janji Tuhan kepada Ibrahim.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: &#8220;Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab <strong>seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu</strong> untuk selama-lamanya. (Kejadian 13:14-15)</em></p>
<p><em><br />
Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: <strong>&#8220;Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.&#8221; </strong></em><em>Maka firman-Nya kepadanya: <strong>&#8220;Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.&#8221;</strong> Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. (Kejadian 15:5-6)</em></p>
<p><em><br />
Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: <strong>&#8220;Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat. (Kejadian </strong>15:18)</em></p>
<p><em><br />
”Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. <strong>Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan </strong>akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” (Kejadian 17:7-8)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>”Maka <strong>Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit</strong> dan <strong>seperti pasir di tepi laut</strong>, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.” (Kejadian 22:17)</em></p>
<p>Nah, disinilah akar permasalahannya, jika Ismail diakui sebagai keturunan Ibrahim, maka yang berhak mewarisi janji Tuhan ini adalah Ismail bukan Ishak, karena Ismail anak pertama (anak sulung) dari Nabi Ibrahim. Dan sebagaimana kesaksian alkitab bahwa anak sulunglah yang mempunyai hak ‘<em>menjadi kepala dari keluarga</em>’ (pengganti posisi ayahnya); <em>mendapat warisan dua kali lipat</em> (Ulangan 21:15-17), dan <em>memperoleh berkat dan kekuasaan serta mengembang-biakkan keluarganya menjadi suatu bangsa yang besar</em> (Kejadian. 28:4).</p>
<p>Hal itu jelas tidak diinginkan terjadi oleh para ahlul kitab. Sehingga mereka pun berupaya untuk mengubah isi dari kitab suci mereka, agar segala sesuatu yang berhubungan dengan Ismail terputus. Salah satunya pada kitab Kejadian 22:2, yang telah mengalami <em>tahrif</em> (perombakan). Kita simak kembali ayat tersebut</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8220;Ambillah <strong>anakmu yang tunggal itu</strong>, yang engkau kasihi, <strong>yakni Ishak</strong>, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.&#8221; (Kejadian 22:2)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika ayat ini menerangkan bahwa Tuhan berfirman kepada Ibrahim untuk mengorbankan <strong>&#8220;anak tunggal&#8221;</strong>, berarti pada waktu itu anak Ibrahim baru satu orang, dan perintah pengorbanan itu lebih tepat ditujukan ke Ismail, karena Ismail anak pertama (anak tunggal) Ibrahim. Bagaimana bisa Ishak menjadi anak tunggal Ibrahim sementara dia adalah anak kedua.</p>
<p>Inilah yang disebut dengan <em>&#8220;tahrif&#8221;</em> oleh al-Qur&#8217;an, yaitu mengubah letak ayat dari tempatnya yang asli ketempat lain sebagaimana yang disitir oleh QS An Nisa&#8217; ayat 46 :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="RTL"><strong>???? ????????? ??????? ???????????? ????????? ???? ??????????? </strong><strong>[???? ??????: 46]</strong></p>
<p><em>&#8220;Diantara orang-orang Yahudi itu, mereka mengubah perkataan dari tempatnya&#8230;&#8221; (Qs An-Nisaa’ : 46) </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan begitu semakin jelas saja bahwa Taurat memang mengandung tahrif (pengubahan, penambahan, serta pengurangan, dsb), dan jelas pula bahwa kitab yang sudah diubah-ubah itu tidak dapat dikatakan otentik dari Tuhan melainkan merupakan kitab yang terdistorsi oleh ulah tangan-tangan manusia.</p>
<p>Kemudian penyebutan Ishak sebagai anak tunggal Ibrahim karena Ismail terlahir dari seorang budak dan merupakan anak tidak sah, pendapat yang didasarkan pada rasa benci saja terhadap Ismail dan Hajar. Sebab Kitab Kejadian 16:3 secara jelas menyebutkan bahwa sebelum Hajar melahirkan Ismail, ia telah di nikahi secara sah oleh Ibrahim.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Jadi Sarai, isteri Abram itu, <strong>mengambil Hagar</strong>, hambanya, orang Mesir itu, (yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan), lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk <strong>menjadi isterinya</strong>.&#8221; (Kejadian 16:3) </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Tetapi keturunan dari hambamu itu (maksudnya Ismail) juga akan Ku-buat menjadi suatu bangsa, karena <strong>iapun anakmu</strong>&#8221; (Kejadian 21:13)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kesimpulannya : </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seandainya Ishak yang disembelih, seharusnya Alkitab menceritakan bahwa anak yang lahir terlebih dahulu adalah Ishak bukan Ismail, agar Kejadian 22:2 dapat diterima bahwa yang dimaksud <strong>”anak tunggal” </strong>itu adalah Ishak. Namun alkitab sendiri mengakui bahwa Ismail lebih tua 14 tahun daripada Ishak, sehingga <strong>hak kesulungan</strong> itu ada pada Ismail bukan Ishak. Sekalipun Ismail hanya lahir dari rahim seorang perempuan budak, tetapi hak kesulungannya tetap ada padanya. Karena jika itu tidak diakui dan diambil oleh Ishak maka akan bertentangan dengan ayat alkitab dibawah ini:</p>
<p><em>&#8220;Apabila seorang mempunyai <strong>dua orang isteri</strong>, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan <strong>mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya</strong>, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, <strong>dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai,</strong></em></p>
<p><em>maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, <strong>tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicinta</strong>i merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang adalah anak sulung.</em></p>
<p><em>Tetapi <strong>ia harus mengakui anak yang sulung, anak dari isteri yang tidak dicintai itu</strong>, dengan <strong>memberikan kepadanya dua bagian dari segala kepunyaannya</strong>, sebab <strong>dialah kegagahannya yang pertama-tama: dialah yang empunya hak kesulungan</strong>.&#8221; (Ulangan 21:15-17)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ayat ini sungguh jelas sekali, bahwa jangan memberikan <strong>hak kesulungan </strong>(anak yang tunggal) itu kepada Ishak, sekalipun ia lahir dari perempuan merdeka, namun berikanlah kepada yang berhak menerimanya yakni Ismail, walaupun lahir dari perempuan budak. Karena dia juga adalah anak Ibrahim yang sah (Kejadian 21:13) dan berhak menerima hak kesulungannya yakni mewarisi janji Tuhan kepada Ibrahim. <em>Wallahu a’lam</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/01/ismail-ataukah-ishak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Resensi] Cara Mudah Menyelami Pemikiran Liberal</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/01/cara-mudah-menyelami-pemikiran-liberal/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/01/cara-mudah-menyelami-pemikiran-liberal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 03:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3159</guid>
		<description><![CDATA[Muhsin Suny M. &#160; Selama ini buku-buku yang membahas tentang kesesatan pemikiran liberal disajikan dalam format ilmiah yang cukup berat untuk dibaca, apalagi untuk kalangan awam. Adian Husaini, sebagai salah seorang cendekiawan yang konsentrasi dalam menangkis pemikiran liberal, membuat terobosan baru yang cukup unik: menulis sebuah novel. Setahu saya novel “Kemi; Cinta Kebebasan yang Tersesat” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Muhsin Suny M.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama ini buku-buku yang membahas tentang kesesatan pemikiran liberal disajikan dalam format ilmiah yang cukup berat untuk dibaca, apalagi untuk kalangan awam. Adian Husaini, sebagai salah seorang cendekiawan yang konsentrasi dalam menangkis pemikiran liberal, membuat terobosan baru yang cukup unik: menulis sebuah novel. Setahu saya novel <em>“Kemi; Cinta Kebebasan yang Tersesat”</em> ini adalah novel pertama yang ditulisnya.</p>
<p><a href="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/novel-baru-adian-husaini.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3166" title="novel-adian-husaini-kemi" src="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/novel-baru-adian-husaini-203x300.jpg" alt="" width="203" height="300" /></a>Sebagai seorang cendekiawan yang ingin menyentuh seluruh lapisan masyarakat, Adian Husaini sadar bahwa tidak semua masyarakat bisa disentuh dengan bacaan yang berat. Karena alasan itulah barangkali ulama kenamaan HAMKA, selain menulis buku-buku keagamaan, beliau juga menulis novel. Dua novelnya yang paling dikenal adalah <em>Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk</em> dan <em>Di Bawah Lindungan Ka’bah</em>.</p>
<p>Dalam novel perdananya ini Adian mengangkat dua orang santri yang bernama Kemi dan Rahmat sebagai tokoh sentral. Keduanya adalah santri di Pesantren Minhajul Abidin dibawah asuhan Kyai Aminuddin Rois. Mereka adalah santri teladan di pesantren sehingga mendapatkan tugas dari Kyai Rois untuk mengabdi mengajar beberapa tahun di pesantren.</p>
<p>Alkisah, Kemi, mohon pamit kepada Kyai Rois untuk melanjutkan kuliah di Jakarta. Meski Kyai Rois keberatan dengan kepergiannya, tetapi Kemi tetap mendesak untuk pergi. Di kemudian hari diketahui ternyata kenekatan Kemi pergi karena ia dililit hutang kepada Farsan, kakak kelasnya yang mengajak keluar dari pesantren.</p>
<p>Dari sinilah perubahan pemikiran Kemi dimulai. Di Jakarta ini Kemi terjebak dalam sebuah kejahatan kerah putih yang tidak disadarinya. Ia diperalat untuk menyebarkan paham liberalisme, pluralisme, dan relativisme di pesantren, sekolah dan kampus dengan dukungan dana asing. Selain Kemi dan Farsan, ada juga Siti, mahasiswi cantik putri Kyai Haji Amin Ma’rifat seorang ahli fiqh tersohor di Serang Banten yang terjebak di komunitas yang sama.</p>
<p>Kepergian Kemi ke Jakarta membuat Rahmat curiga, karena dianggap terlalu tergesa-gesa. Rahmat merasakan ada sesuatu yang disembunyikan dari sahabat karibnya itu. Belakangan diketahui bahwa Kemi menanggung hutang kepada Farsan, sehingga terpaksa mengikuti kata-kata Farsan pergi ke Jakarta. Karena Farsan-lah Kemi berubah pikiran menjadi liberal.</p>
<p>Farsan adalah santri Minhajul Abidin, kakak kelas Kemi dan Rahmat, yang berpikiran liberal sejak keluar dari pesantren. Karena khawatir sahabatnya akan terkena virus liberal itu, Rahmat menyusul Kemi pergi ke Jakarta. Mereka pun berdebat panjang lebar tentang liberalisme, pluralisme, dan relativisme (hal. 45-79). Menurut Kemi, perubahan pola pikir menjadi liberal itu tidak bisa dihindari setelah ia bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang dari agama dan keyakinan yang berbeda. Kemi pun yakin jika Rahmat berada pada posisi Kemi maka ia pun akan sama: menjadi liberal.</p>
<p>Tetapi Rahmat tidak menerima alasan Kemi. Menurutnya perubahan pola pikir Kemi bukan karena kondisi lingkungannya, tetapi karena lemah iman dan kurang ilmu (<em>dha’ful-iman wa qillatul-ilmi</em>). Ia pun bertekad akan membuktikan bahwa pola pikir seseorang yang kuat imannya tidak akan terpengaruh oleh lingkungannya. Rahmat akan menunjukkan pada Kemi bahwa meskipun ia bergaul dengan orang-orang yang berpandangan aneh, ia akan sekuat tenaga menjaga iman dan pikirannya.</p>
<p>Singkat cerita Rahmat pun menyusul Kemi ke Jakarta dengan satu misi: menyadarkan akan kesalahan Kemi dan membawanya pulang kembali ke pesantren. Sebelum ke Jakarta, Rahmat diberi bekal khusus oleh Kyai Rois dengan ilmu jurnalistik dan materi-materi tentang Sipilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme). Ia juga dikirim untuk berguru kepada Kyai Fahim Rupawan, pimpinan sebuah pesantren di Ponorogo yang memimpin lembaga khusus menangani pemikiran dan peradaban Islam (hal. 107).</p>
<p>Novel ini pun menceritakan lika-liku Rahmat ketika berada di lingkungan baru. Bagaimana pergaulan lelaki-wanita yang sangat biasa, tidak seperti pesantren yang sangat terjaga. Bagaimana kualitas ibadah Kemi yang jauh menurun. Tentang debatnya Rahmat dengan Prof. Malikan yang membuat seluruh kampus ramai. Sampai terbongkarnya sindikat Roman.</p>
<p>Meskipun dari segi substansi novel ini sangat bagus, akan tetapi dari segi jalannya cerita terkesan dipaksakan. Misalnya, ada seorang Kyai liberal dari Jawa Barat bernama Kyai Dulpikir yang meninggal setelah berdebat dengan Rahmat. Menurut saya adegan ini dipaksakan, karena yang ditampilkan bukanlah debat panjang dan seru seperti debatnya Rahmat dengan Kemi (hal 45-79) atau debatnya Rahmat dengan Prof. Abdul Malikan, Rektor Institut Damai Sentosa (hal. 165-173). Mungkin akan lebih bisa diterima jika yang meninggal setelah debat adalah Prof. Malikan.</p>
<p>Satu hal lagi persoalan ringan tetapi cukup menganggu dalam novel. Yakni penyebutan istilah untuk orang yang haram dinikahi dengan sebutan muhrim. Padahal mestinya mahram. Hal ini tertulis dua kali, yakni pada halaman 44 dan halaman 145. Ada juga pengulangan adegan. Yakni saat ditampilkan wawancara antara Bejo Sagolo (wartawan majalah Paginasia) dengan Doktor Ita. Pertanyaan Bejo pada halaman 206 diulang lagi pada halaman 221.</p>
<p>Membaca novel ini berarti kita sekaligus mendapatkan dua manfaat. <em>Pertama</em>, memahami metode berpikir orang-orang liberal. <em>Kedua,</em> mengetahui cara mematahkan logika mereka. Jika kita ingin mudah belajar mengenal filsafat maka kita bisa membaca novel Dunia Sophie, tetapi jika kita ingin memahamai cara berpikir orang liberal sekaligus ingin mematahkan argument mereka, maka bacalah novel ini!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/01/cara-mudah-menyelami-pemikiran-liberal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WHO: Miras Renggut 2,5 Juta Nyawa</title>
		<link>http://tabligh.or.id/2012/01/who-miras-renggut-25-juta-nyawa/</link>
		<comments>http://tabligh.or.id/2012/01/who-miras-renggut-25-juta-nyawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 13:52:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tabligh.or.id/?p=3154</guid>
		<description><![CDATA[Kontroversi evaluasi terhadap sembilan perda miras mendapat tanggapan dari Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB. Mengutip catatan World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, Ari menyebut 2,5 juta penduduk dunia meninggal akibat alkohol dan 9 persen kematian tersebut terjadi pada orang muda, yakni usia 15-29 tahun. Ari menganalisis aktor pendorong kenapa seseorang minum minuman alkohol. Antara lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><a href="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/miras-berantas.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3155" title="miras-berantas" src="http://tabligh.or.id/wp-content/uploads/2012/01/miras-berantas-300x236.jpg" alt="" width="300" height="236" /></a>Kontroversi evaluasi terhadap sembilan perda miras mendapat tanggapan dari Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB. Mengutip catatan World Health Organization (WHO) pada tahun 2011, Ari menyebut 2,5 juta penduduk dunia meninggal akibat alkohol dan 9 persen kematian tersebut terjadi pada orang muda, yakni usia 15-29 tahun.</p>
<p>Ari menganalisis aktor pendorong kenapa seseorang minum minuman alkohol. Antara lain karena alasan menjaga hubungan baik dengan relasi, baik untuk acara jamuan makan malam atau pesta. Alasan lain, minum alkohol untuk menghangatkan badan, apalagi di dalam musim penghujan saat ini.  Minum alkohol, katanya, juga untuk alasan lebih rileks dan melupakan beban berat atas permasalahan yang sedang dihadapi.</p>
<p>Bahkan, untuk sebagian orang yang memang merasa rendah diri, dengan minum alkohol merasa dirinya menjadi lebih berharga dan sedikit lebih “berani”. Buat sebagian anak muda alkohol sebagai pelarian karena menghadapi frustasi dalam kehidupan sehari-hari, baik karena masalah pendidikan, masalah keluarga (broken home), karena pekerjaan, dan masalah sosial lain dalam kehidupan bermasyarakat. &#8220;Minum alkohol bisa melupakan beban hidup sesaat dan tentu sifatnya semu belaka,&#8221; kata Ari, belum lama ini.</p>
<p>Staf pengajar di Fakultas Kedokteran UI itu mengulas sedikit mengenai minuman beralkohol yang ada di tengah masyarakat mengandung kadar alkohol yang bervariasi. Bir umumnya mengandung alkohol 3,5 persen sampai 5 persen, anggur mengandung alkohol 10 persen-14 persen, fortified wine mengandung alkohol 14-20 persen, dan whisky, vodka mengandung 40 persen alkohol.</p>
<p>&#8220;Dampak buruk dari penggunaan alkohol akan mengenai berbagai organ di dalam tubuh. Mulai dari otak, saluran pencernaan mulai dari mulut sampai ke usus besar, organ-organ dalam tubuh khususnya liver, pancreas, otot, tulang dan sistem genetalia baik laki-laki maupun perempuan,&#8221; bebernya.</p>
<p>Dikatakan pula, alkohol dikelompokan sebagai bahan yang menyebabkan sedasi dan hypnosis. Artinya apa bahwa alkohol membuat seseorang menjadi tenang dan “tertidur”.</p>
<p>Penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan akan menyebabkan terjadinya keracunan alkohol (Intoksikasi alkohol) dan dapat mennyebabkan kematian. Akibat penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan akan menyebabkan seseorang menjadi “mabuk”.</p>
<p>&#8220;Intoksikasi terjadi jika jumlah alkohol yang dikonsumsi di atas ambang toleransi orang tersebut sehingga menyebabkan terjadinya gangguan baik fisik maupun mental. Sesorang yang dalam keadaan mabuk, tidak sadar akan apa yang sedang dilakukan, disorientasi, bingung dan lupa,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dalam keadaan mabuk seseorang bisa saja melakukan aktifitas antisosial termasuk juga melakukan tingkah laku seksual yang tidak aman. Tentunya sangat berbahaya jika mengendarai kendaraan bermotor atau menghidupkan mesin.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan, alkohol dapat menyebabkan adiksi atau ketagihan dan toleransi penggunaan makin hari makin banyak. Walaupun seseorang sudah mentoleransi untuk volume tertentu, tetapi efek samping kronisnya tetap terjadi. Pasien dengan penggunaan alkohol jangka panjang akan menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaannya, khususnya pada lambung.</p>
<p>&#8220;Pasien yang menggunakan alkohol kronis akan dengan mudah ditemukan kelainan pada lambungnya. Saya beberapa kali medeteksi pasien yang secara endoskopi diketahui ada peradangan kronis pada lambung dan mengakui sebagai pengguna alkohol rutin pada saat konfirmasi setelah pemeriksaan endoskopi,&#8221; katanya.</p>
<p>Alkohol akan menyebabakan peradangan kronis pada saluran pencernaan, membentuk erosi sampai tukak usus, dan selanjutnya akan menyebabkan perubahan struktur dalam usus sampai berubah menjadi sel ganas (kanker).</p>
<p>Liver peminum alkohol juga akan mengalami peradangan kronis yang akan berlanjut dengan penciutan hati (sirosis hati), tentu dengan komplikasi lanjutan yang bermacam-macam antara lain pembengkakan pada perut dan terjadi perdarahan pada saluran cernanya.</p>
<p>Alkohol, lanjutnya,  juga dihubungkan dengan dengan berbagai kanker antara lain kanker usus besar. Pasien peminum alkohol kronis akan mengalami tulang kropos (osteoporosis), mengalami impotensi dan infertilitas. &#8220;Pada wanita alkohol juga menjadi salah faktor resiko terjadi kanker payudara,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, informasi mengenai penggunaan alkohol dosis kecil sedikit yang rutin membawa dampak baik untuk kesehatan, masih kontroversi. Penggunaan rutin walaupun sedikit tetap akan membawa efek samping yang akan timbul dimasa depan. Belum lagi toleransi dari penggunaan sedikit, makin lama makin tinggi.</p>
<p>&#8220;Minum alkohol juga tidak boleh dibarengi dengan minum obat tertentu yang mempunyai efek samping mengantuk seperti antihistamin atau antialergi berupa kombinasi obat batuk-pilek. Karena efek penenang dari alkohol akan bertambah berat jika dikombinasi dengan antihistamin.&#8221;</p>
<p>&#8220;Akhirnya, ternyata pengunaan alkohol lebih banyak dampak buruknya dari pada manfaatnya sehingga upaya untuk melarang penggunaan alkohol di tengah masyarakat luas memang harus dilakukan tentunya melalui berbagai peraturan,&#8221; kata Ari membuat kesimpulan, sebagaimana dimuat JPNN. [adm/hidayatullah]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tabligh.or.id/2012/01/who-miras-renggut-25-juta-nyawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

